Minggu, 24 Juli 2011

Mengenal Lebih Dekat Teknologi Motor TVS

Mengenal Lebih Dekat Teknologi Motor TVS

agustus 24, 2011
Mengenal Lebih Dekat Teknologi Motor TVS GILAMOTOR.com, Jakarta. – Selama ini mungkin motor TVS hanya dikenal sebagai motor asal India yang secara kualitas, teknologi dan fitur masih banyak yang mempertanyakan. Tapi bagi mereka yang sudah mencoba, tentunya akan tahu lebih jauh bagaimana kualitas dan teknologi serta fitur yang ditawarkan motor yang sudah hadir sejak 1911 di India.
Dalam acara Bedah Teknologi Motor India bersama TVS yang dilaksanakan pada 25 – 26 Juni 2011 di Cisarua, Bogor, secara gamblang TVS menjelaskan teknologi dan fitur hasil karya mereka yang diusung motor-motor TVS.
TVS menjelaskan, bahwa fitur dan teknologi yang diusungnya tak kalah dengan motor Jepang dan ada beberapa fitur yang memang tak dimiliki oleh motor Jepang. Bahkan TVS berani menjamin garansi mesin motor mereka selama 5 tahun.
Seperti pada motor TVS Neo X3i 110 yang dilengkapi dengan Digital Ignation Mapping. Motor yang pernah diuji ketangguhannya dengan menarik mobil double cabin seberat 2.35 ton tanpa ada masalah, telah diperkaya dengan fitur dan teknologi khas TVS. TVS menjelaskan, kekuatan Neo X3i ini berkat dukungan Duralife Engine dengan 4 F Technology.
F pertama adalah Roller Cam Follower Technology yang mampu mengurangi gesekan pada permukaan contact. TVS mengklain, dengan pengaplikasian Roller Cam Follower Technology mesin akan lebih tahan lama dan efisien dalam mengkonsumsi bahan bakar. Karena permukaan yang bergesekan dapat diminimalkan dengan pemanfaatan roller cam.
F kedua adalah Low Friction Piston Ring. Piston ring yang diaplikasi pada Neo X3i ini memiliki ukuran yang lebih tipis dari ukuran piston ring pada umumnya, sehingga gesekan antara dinding piston dan ring dapat dikurangi. Hal ini dikatakan TVS juga berimbas pada ketahanan mesin dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
F ketiga adalah Teflon Guide Tensioner. Bagian ini sudah dilapisi dengan teflon yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara cam chain atau rantai keteng dengan chain tensioner. Dengan pengaplikasian komponen tersebut, TVS menjelaskan bahwa kerja rantai keteng akan semakin ringan dan berimbas pada konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Selain itu, rantai keteng akan semakin awet.
Dan F yang keempat adalah Low Friction Advence Lub Circuit. Dengan sistem ini, selain gir transmisi direndam di dalam oli juga disemprot melalui rangkaian pipa yang posisinya di atas. Selain itu, semprotan oli juga ada yang menuju dinding silinder. Dengan teknologi ini suhu piston akan tetap terjaga sehingga lebih tahan lama. Proses penyemprotan oli dilakukan dari pompa yang bekerja menyemprotkan oli hingga 5 liter per menit pada 8.000 rpm yang mengurangi resiko oli mampat.
Dengan empat teknologi itu, TVS menjelaskan bahwa ada 3 keuntungan yang dihasilkan yakni mesin akan rendah gesekan, durabilitas mesin yang lama dan mesin akan lebih bertenaga dan hemat bahan bakar.
Empat teknologi ini bukan hanya ada pada Neo X3i saja, tapi semua motor TVS seperti RockZ dan motor sport Apache RTR 160 juga telah mengaplikasi teknologi yang sama.
Penulis/Foto : @jayadi72

motor baru honda 150 cc

First Ride All New CBR 150R : Pengendaliannya Asik

24 agustus, 2011
First Ride All New CBR 150R : Pengendaliannya Asik GILAMOTOR.com, Sentul. – Usai peluncuran secara resmi oleh PT Astra Honda Motor (AHM), All New CBR 150R langsung diajak menjajal sirkuit gokart Sentul, Bogor (30/6).
Secara desain, CBR 150R memang tak jauh berbeda dari saudaranya CBR 250R yang lebih dulu merambah pasar Indonesia. Honda menyatakan bahwa kehadiran CBR 150R untuk memperkuat line up motor sport premium Honda di pasar otomotif roda dua Tanah Air.
Desain CBR 150R, diklaim Honda, merupakan perpaduan antara VFR1200F dan CBR 1000R.
Berada di atas CBR 150R, aura sporti sangat terasa dan nyaris tak ada bedanya dengan CBR 250R. Hanya saja CBR 150R terasa sedikit lebih kecil dibanding dengan CBR 250R.
Dengan tinggi tempat duduk ke tanah 797 mm, posisi kaki saat menginjak tanah sangat pas dan pengendara tak perlu menjinjitkan kaki untuk berdiri dengan kedua kaki saat berada di atas motor ini.
Honda mengatakan, DNA motor balap MotoGP dapat ditemukan di motor ini. Karena itu, tester GilaMotor.com merasa penasaran seperti apa motor sport 150cc yang dikatakan memiliki DNA motor balap MotoGP ini.
Birahi yang memuncah karena tak sabar ingin bercinta dengan motor sport CBR 150R tiba-tiba saja lenyap saat kunci kontak diputar, karena raungan suara knalpotnya tak segarang yang dibayangkan sebelumnya. Berhubung terster GilaMotor.com sudah berada di atas CBR 150R dengan riding gear lengkap dari kepala sampai kaki, mau tak mau tangan harus memutar tuas gas dan menjajal CBR 150R sebanyak 3 putaran sirkuit Sentul kecil.
Sesaat setelah melewati tikungan pertama, gairah untuk terus membejak CBR 150R kembali bangkit. Kendati suara kenalpot yang terbilang cukup sopan sempat membuat hilang gairah, namun kestabilan handling dan akselerasinya memberi kenikmatan tersendiri saat melahap tikungan.
Memasuki tikungan dua belas (R12) di putaran pertama, down shifting ke gir dua pun dilakukan untuk memperlambat laju motor. Selepas R12, throttle makin besar terbuka dibarengi perpindahan gir ke posisi lebih tinggi hingga mendekati tikungan terakhir (R14). Hanya sedikit melakukan pengereman dan sedikit countersteering, CBR 150R langsung melahap tikungan dengan nyamannya.
Memasuki putaran ke dua, mesin dipacu pada rpm lebih tinggi hingga mencapai 6000 rpm, barulah terasa galaknya mesin berkapasitas 149,4 cm3, DOHC, 4 langkah, silinder tunggal, berpendingin cairan dengan sistem pengkabutan bahan bakar injeksi PGM-FI. Rupanya CBR 150R akan terasa semakin galak saat mesinnya berada putaran tinggi.
Tak terasa tiga putaran sudah berlalu dan saatnya tester GilaMotor.com kembali ke posisi start.
Dari hasil tes sebanyak tiga putaran sirkuit Sentul kecil, dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa motor sport ini memiliki kestabilan handling yang mumpuni dan asyik diajak bermanuver. Bagi para pecinta kecepatan, tes ini tak bisa menggambarkan berapa kecepatan puncaknya karena kondisi lintasan yang tak memungkinkan. Jadi tes ini lebih kepada rasa untuk posisi pengendaraan, pengendalian dan kestabilannya.
Menurut Honda, CBR 150R ini bisa dibesut hingga kecepatan puncak mendekati angka 125 km/jam.
Lantas apakah aroma MotoGP pada motor yang dikatakan memiliki DNA MotoGP ini benar-benar terasa? Sayang seribu sayang, tester GilaMotor tak bisa mengatakannya. Pasalnya, GilaMotor belum pernah merasakan sensasi berada di atas motor super cepat itu. Jadi tak bisa mengatakan apakah CBR 150R ini benar-benar memiliki DNA MotoGP atau tidak.
Tapi sebagai turunan motor super cepat yang dikendalikan oleh Casey Stoner, Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso, bisa jadi CBR 150R ini memiliki karakter MotoGP.
Penulis/Foto : @jayadi72

sejarah honda

Soichiro Honda, Dari Montir Hingga Menjadi Orang Nomor Satu

Soichiro Honda lahir tanggal 17 November 1906 di Iwatagun (kini Tenrryu City) yang terpencil di Shizuoka prefecture. Daerah Chubu di antara Tokyo, Kyoto, dan Nara di Pulau Honshu yang awalnya penuh tanaman teh yang rapi, yang disela-selanya ditanami arbei yang lezat. Namun kini daerah kelahiran Honda sudah ditelan Hamamatsu yaitu kota terbesar di provinsi itu.
Di sekolah prestasinya rendah. Honda mengaku ulangan-ulangannya buruk. Ia tidak suka membaca, sedangkan mengarang dirasakannya sangat sulit. Tidak jarang ia bolos. “Sampai sekarang pun saya lebih efisien belajar dari TV daripada dari membaca. Kalau saya membaca, tidak ada yang menempel di otak,” katanya.
Ketika sudah kelas lima dan enam, bakat Soichiro tampak menonjol di bidang sains. Walaupun saat itu baru belasan tahun, namun dalam kelas-kelas sains di Jepang sudah dimunculkan benda-benda seperti baterai, timbangan, tabung reaksi dan mesin. Dengan mudah Soichiro menangkap keterangan guru dan dengan mudah ia menjawab pertanyaan guru.
Beberapa waktu sebelum itu, untuk pertama kalinya Soichiro melihat mobil. “Ketika itu saya lupa segalanya. Saya kejar mobil itu dan berhasil bergayut sebentar di belakangnya. Ketika mobil itu berhenti, pelumas menetes ke tanah. Saya cium tanah yang dibasahinya. Barangkali kelakuan saya
persis seperti anjing. Lalu pelumas itu saya usapkan ke tangan dan lengan. Mungkin pada saat itulah di dalam hati saya timbul keinginan untuk kelak membuat mobil sendiri. Sejak saat itu kadang-kadang ada mobil datang ke kampung kami. Setiap kali mendengar deru mobil, saya berlari ke jalan, tidak peduli pada saat itu saya sedang menggendong adik.”
Soichiro hanya mengalami duduk di bangku sekolah selama sepuluh tahun. Sesudah lulus SD, anak nakal itu dikirim ke sekolah menengah pertama di Futumata yang tidak jauh dari kediamannya. Lulus dari sekolah menengah itu ia pulang ke rumah ayahnya. Gihei Honda sudah beralih dari pandai besi menjadi pengusaha bengkel sepeda. Gihei Honda memiliki majalah The World of Wheels yang dibaca Soichiro dengan penuh minat.
Di majalah itu sebuah bengkel mobil dari Tokyo memasang iklan mencari karyawan. Soichiro buru-buru melamar dan ia diterima. Walaupun ayahnya khawatir, namun Soichiro diantar juga ke kota besar itu.
Honda hampir tidak percaya pada telinganya Honda merasa saat menunggu dipanggil belajar menjadi montir itu benar-benar merupakan ujian ketabahan yang paling berat, yang pernah dihadapinya seumur hidupnya. Di masa-masa setelah itu ia sudah tidak takut lagi menghadapi rintangan apa
pun berkat ketabahan yang diperolehnya selama menjadi kacung.
Honda yang selama kariernya tidak tahu banyak mengenai uang, Cuma mendapat keuntungan sedikit sekali tahun pertama itu. Tetapi Honda merasa beruntung karena bengkelnya sukses. Ia memutuskan untuk menabung dan memperkirakan selama masa kerjanya akan mampu mengumpulkan sampai 1.000 yen.
Selama hidupnya Honda terkenal sebagai penemu. Ia memegang hal paten lebih dari 100 penemuan pribadi. Yang pertama, ditemukannya ialah teknik pembuatan jari-jari mobil dari logam. Ketika itu mobil-mobil di Jepang memakai jari-jari kayu yang mudah terbakar. Perusahaan-perusahaan Jepang segera mengekspor jari-jari logam itu sampai ke India. Pada umur 25 tahun ia memperoleh keuntungan 1.000 yen sebulan.
Perusahaan juga menghargai orang-orang muda dan selalu merekrut orang-orang muda untuk memberi “darah baru” dan gagasan segar. Ketika Honda mengundurkan diri tahun 1973, yang dipilihnya sebagai pengganti ialah Kyoshi Kawashima, kepala bagian riset perusahaan Honda. Selama sejarahnya, perusahaan Honda hanya pernah mengalami pemogokan sekali pada tahun 1954. Ketika itu Honda dan manajemen di satu pihak menghadapi pekerja-pekerja dan
adik Honda di Pihak lain. Tetapi sebagai layaknya perusahaan di Jepang semuanya itu diselesaikan dengan musyawarah.(penulis :panico 1990)

Honda varadero 125

Honda Varadero 125, Mesin Cuma 125cc Tapi V-twin!


Selera orang Perancis memang oke punya, meski motor yang satu ini berkapasitas mesin kecil hanya 125cc tapi teknologi dan desainnya oke punya. Namanya Honda Varadero 125 dan dijual oleh Honda untuk pasar Perancis.

Mesinnya 4 tak setara bebek di Indonesia, tapi konfigurasinya V-twin bro! Dua silinder punya sudut 90 derajat. Sedang konstruksi kepala silindernya SOHC dengan 4-katup.

Yang menarik, meski blok silindernya masih bersirip, tapi ternyata sudah dilengkapi dengan radiator. Sistem pengkabutan bahan bakarnya juga sudah pakai injeksi bahan bakar PGM-Fi.


Dengan rasio kompresi 11,8:1, mesin ini mampu memuntahkan tenaga hingga 10,6 kW di 11.000 rpm. Terpaut sedikit dari Yamaha V-Ixion di Indonesia yang diklaim powernya mencapai 11,1 kW.

Mesin yang unik ini dipasang pada rangka khas motor penjelajah dengan kaki-kaki jenjang bak model seksi. Roda depan pakai lingkar 18 inci sedang yang belakang hanya 17 inci. Sedang suspensinya pakai teleskopik 35 mm dengan travel 132 mm di depan dan monoshock ber-travel 150 mm.


Desain bodinya juga kental nuansa pacuan rally Paris-Dakar. Model ini mengingatkan kita pada varian Honda Varadero 1.000 sang kakak. Keren kan! (motorplus-online.com)