Rabu, 03 Agustus 2011

dinamo stater suzuki smash

Pernah ngalamin starter otomatis susah hidup? Padahal tegangan aki masih bagus (12,3 Volt) serta bendik stater/relay starter juga bekerja normal.

Tak usah bingung. Sebab hal ini bisa dicek atau dilakukan penggantian onderdilnya sendiri.




Gambar 1
Gambar 1




Gambar 2
Gambar 2




Gambar 3
Gambar 3





Gambar 4
Gambar 4




"Kalau kasusnya begitu, dipastikan motor starternya (MS) yang bermasalah. Kemungkinan besar brush-nya yang sudah aus/habis, terutama umur motor yang sudah lebih dari 1 tahun," buka Muhammad Haris, kepala bengkel Suzuki World di Jl. Panjang No.28, Kebon Jeruk, Jakbar.

Biar ada gambaran jelas, sebagai contoh dipraktikan pada Suzuki Smash 110 milik Susilo, warga Srengseng, yang sudah berusia di atas 2 tahun. "Baik Smash maupun Shogun, MS-nya sama," imbuh Haris.

Eits, tunggu dulu! Sebelum dilakukan pembongkaran MS, sebelumnya siapkan peralatannya, yaitu obeng kembang, kunci T-8, ampelas halus (400) dan gemuk/grase.

Langkah awal, buka cover bodi tengah dan sayap depan pakai obeng kembang. Dilanjutkan melepas 2 baut pengikat MS di sebelah kiri, di atas cover magnet, pakai kunci T-8 (gbr.1) yang diteruskan melepas unit MS dari sisi kanan.




Gambar 5
Gambar 5





Gambar 6
Gambar 6



Lalu lepas baut pengikat kabel positif (merah putih) yang menyambung ke starter pakai obeng kembang (gbr.2).

 Kemudian lepas 2 baut pengikat rumah magnet starter pakai obeng plus (gbr.3).

Setelah itu copot brush yang sudah aus, dengan cara melepas 2 baut pengikat rumahnya dulu pakai obeng kembang (gbr.4).

Setelah rumah brush lepas, copot brush pakai obeng plus (gbr.5). Kalau semua sudah copot, tinggal pasang brush baru seharga Rp 41 ribu dengan cara kebalikan saat membongkarnya.




Gambar 7
Gambar 7

"Sebelum dirakit kembali, sebaiknya seluruh peranti dibersihkan dulu pakai kain lap atau angin kompresor. Jangan lupa bersihkan komutator dari kotoran pakai ampelas halus (ukuran 400) secara merata (gbr.6). "Tujuannya agar aliran listrik tetap maksimal," wanti bapak 1 anak ini.

Terakhir, biar putaran kumparan MS tetap lancar sehingga fungsi MS maksimal, pada masing-masing ujung as kumparan dilumasi pakai gemuk (gbr.7).

"Selanjutnya tinggal merakit kembali seperti semula dan mencobanya. Di jamin tokcer deh," tutup pria ramah ini.

Sumber :Penulis/Foto: Banar / Banar - otomotifnet.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar